BALI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan kembali menegaskan komitmennya menjaga lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas. Jumat (10/10/2025), suasana sore di balik tembok Lapas mendadak sibuk.
Puluhan petugas dari Lapas, TNI, dan Polri bersatu dalam satu misi besar yaitu menegakkan Gerakan Bersih Lapas Kerobokan melalui razia gabungan di 16 kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), yang mengimbau seluruh lapas dan rutan di Indonesia untuk melakukan gerakan serentak penguatan integritas dan pemberantasan barang terlarang. Lapas Kerobokan pun langsung merespons cepat dengan menggelar operasi berskala besar yang melibatkan lintas instansi.
Razia Serentak di 16 Kamar: Aksi Cepat, Aman, dan Terukur
Razia digelar mulai pukul 17.00 hingga 19.00 WITA, menyisir 16 kamar hunian di dua wisma besar, yakni Wisma Yudistira dan Wisma Bima.
Ruang-ruang yang digeledah meliputi kamar A1, A7, A14, A20, B4, B7, B12, B18, C1, C8, C20, C16, D3, D7, D12, dan D17.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Bali, didampingi Kalapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, serta Kabag Ops Polres Badung.
Sebanyak 57 petugas Lapas, 54 personel Polres Badung dari satuan samapta, intel, reskrim, dan restik, ditambah 5 anggota Satgas Kamtib Kanwil Ditjenpas Bali dan 6 anggota Koramil 1611/03 Kuta, bergerak serentak menelusuri setiap sudut kamar hunian.
Sinergi luar biasa antara Pemasyarakatan, TNI, dan Polri ini menjadi bukti nyata bahwa keamanan di lingkungan Lapas bukan hanya tugas satu lembaga, tetapi tanggung jawab bersama untuk menjaga ketertiban nasional.
Tes Urine Acak: Hasil Mengejutkan, Semua WBP Negatif Narkoba
Usai penggeledahan, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine acak terhadap 30 orang warga binaan di Klinik Lapas Kelas IIA Kerobokan. Hasilnya menggembirakan, seluruh sampel dinyatakan negatif narkoba.
Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa program pembinaan di Lapas Kerobokan berjalan efektif. Tak hanya menekan peredaran barang haram, namun juga memulihkan perilaku dan kesadaran warga binaan.
“Kami terus berkomitmen menjadikan Lapas Kerobokan sebagai zona bebas narkoba dan barang terlarang. Hasil tes urine ini menegaskan bahwa pembinaan yang kami lakukan berjalan di jalur yang benar,” tegas Kalapas Hudi Ismono.

Barang Terlarang Ditemukan, Langsung Diinventarisasi dan Akan Dimusnahkan
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak seharusnya berada di dalam kamar hunian. Di antaranya:
- 5 buah pisau buatan (sajam),
- 2 paku,
- 7 gunting kuku,
- 2 pinset,
- 3 potongan besi,
- 46 korek gas,
- 1 tang,
- 3 potongan kabel,
- 1 batok charger,
- 1 botol parfum kaca, dan
- 1 sendok stainless.
Seluruh barang hasil sitaan tersebut langsung diinventarisasi dan akan dimusnahkan. Sementara bagi warga binaan yang kedapatan menyimpan barang-barang tersebut, dikenakan pemeriksaan dan sanksi disiplin sesuai aturan yang berlaku.
Meski razia dilakukan menyeluruh, kegiatan tetap berjalan aman, tertib, dan humanis, tanpa mengabaikan hak-hak dasar warga binaan.
Humanis tapi Tegas: Cermin Integritas Lapas Modern
Razia besar ini tidak hanya menandai upaya pemberantasan barang terlarang, tetapi juga menunjukkan wajah baru pemasyarakatan yaitu humanis namun tegas.
Petugas tak hanya bertugas mengamankan, tetapi juga menjadi pembina moral bagi warga binaan yang sedang menapaki proses perubahan diri.
“Kami bekerja dengan disiplin dan hati. Setiap tindakan kami arahkan untuk membina, bukan menghukum semata. Inilah wajah pemasyarakatan modern yang kami bangun,” ungkap Hudi Ismono.
Langkah Tegas Menuju Lapas Bersih dan Bermartabat
Gerakan Bersih Lapas Kerobokan ini menjadi simbol transformasi nyata dalam sistem pemasyarakatan Indonesia. Sinergi kuat antara Lapas, TNI, dan Polri bukan sekadar bentuk pengamanan, tetapi juga komitmen kolektif untuk menciptakan lembaga pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari pengaruh negatif.
Dengan hasil tes urine yang sepenuhnya negatif serta penemuan barang terlarang yang langsung ditindaklanjuti, Lapas Kerobokan membuktikan diri sebagai salah satu lapas berintegritas tinggi di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
Gerakan ini menjadi pesan kuat bagi seluruh jajaran pemasyarakatan bahwa integritas dan ketegasan adalah fondasi utama menuju reformasi yang sesungguhnya. (red)















