BALIKPAPAN – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Balikpapan bisa jadi contoh. Mampu memberdayakan warga binaannya melalui kafe. Ya, Rutaba Coffee namanya.
Melalui kafe ini, para warga binaan turut dibina. Rutan Balikpapan memberikan pelatihan barista, pelayanan hingga hiburan musik.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Rutan Balikpapan, Agus Salim, menjelaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah mempersiapkan narapidana agar siap kembali ke masyarakat.
“Rutaba itu kan Kita buat itu dalam arti untuk integrasi sosial untuk warga binaan. Itu baik dari baristanya, pelayannya, baik dari segi hiburannya itu semua mereka,” ujar Agus Salim pada Kamis (04/12/2025).
la juga menjelaskan bahwa Rutan telah membekali mereka, untuk bagaimana cara menjadi barista, melayani, dan menghibur, sebagai pemain band di live music yang digelar setiap hari di Rutaba.
Agus Salim berharap bahwa hal tersebut agar para warga binaan ketika diluar nanti dapat membuka usaha atau bisa mendapat pekerjaan melalui kemampuan yang telah dibekali.
Adapun warga binaan yang dapat bekerja di Rutaba ini, menurut keterangan Agus Salim, yakni mereka yang mendapat vonis satu tahun dan sudah menjalani hukuman selama 6 bulan dan dikenai pasal tanpa subsider.
“Jadi dari sisa enam bulan ini, dia ada integrasi sosial, tiga bulan proses asimilasi, 3 bulan nya lagi bebas bersyarat,” jelas Agus Salim.
Dalam program ini, narapidana diberikan kesempatan untuk bekerja di kafe Rutan Balikpapan.”Proses asimilasi itu dia sudah kerja, kerja diluar di lingkungan lapas, kita siapkan cafe itu, jadi tidak beresiko,” tambah Agus Salim.
la juga menjelaskan bahwa dalam proses asimilasi akan diberikan premi, seperti gaji atau upah. Dan premi itu nantinya bisa untuk diberikan pada keluarga para warga binaan.
Tidak hanya berhasil dalam membina narapidana, Rutaba juga berhasil memikat hati para pengunjung. Salah satu pengunjung yakni Tirta, mengungkapkan bahwa Rutaba dapat dijadikan salah satu opsi tempat ngopi santai sembari menikmati live music.
“Kopi nya enak sih, nggak jauh dari rumah jadi bisa jadi opsi buat tempat ngopi, seru dan rame disini, makanan nya juga beragam,” ungkap Tirta
Namun la mengatakan bahwa selama menunggu pesanan, waktu yang dibutuhkan sedikit lebih lama.
“Cuma memang agak lama ya pesan nya, entah mungkin karena malam minggu pas rame atau gimana kurang ngerti, tapi nggak apa kopi nya enak cocok buat ngumpul juga,” tambahnya
Rutaba Coffee menawarkan berbagai menu racikan warga binaan dengan harga yang terjangkau. Menu andalan yang paling diminati antara lain Roti Mantau Rutaba dengan harga Rp 35.000. Dan Variant Coffe dengan harga mulai dari Rp 20.000, pengunjung sudah dapat menikmati roti dan kopi susu yang diracik langsung oleh barista warga binaan yang telah menjalani pelatihan profesional. (mf)






