KUPANG – Di balik seragam Petugas Pemasyarakatan yang dikenakannya setiap hari, Paolo Maldini In Ndiwa menyimpan semangat lain yang tak kalah besar. Ketika tugas menjaga keamanan dan ketertiban di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kupang selesai, ia bertransformasi menjadi seorang petarung Muaythai yang siap menguji kemampuan di atas ring.
Dari dunia olahraga bela diri itulah Paolo Maldini mengukir berbagai prestasi yang membanggakan Nusa Tenggara Timur. Puncaknya terjadi saat ia berhasil meraih medali emas pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII Tahun 2025 di Nusa Tenggara Barat.
Bagi Paolo, pencapaian tersebut menjadi salah satu momen paling berharga dalam perjalanan hidupnya sebagai atlet.
“Medali emas FORNAS menjadi prestasi yang paling berkesan bagi saya. Saya berlatih keras untuk membawa nama baik Provinsi NTT, keluarga, dan kementerian tempat saya bekerja,” ujar Paolo kepada Kabar Imipas, Minggu (7/6/2026).
Perjalanan Paolo menuju prestasi nasional berawal dari ketertarikannya pada olahraga Muaythai ketika pelatih Angga Silitonga membuka tempat latihan di Gedung SMA Sinar Pancasila, Kota Kupang. Bersama sejumlah temannya, ia mulai mengikuti latihan dan menekuni olahraga tersebut secara serius.
Seiring waktu, Muaythai bukan hanya menjadi sarana menyalurkan kegemaran bertarung, tetapi juga menjadi jalan bagi Paolo untuk membuktikan kemampuan dan meraih prestasi.
Kerja keras yang dilakukannya membuahkan hasil. Ia berhasil menjuarai Muaythai Series 1 hingga Series 4 tingkat Nusa Tenggara Timur. Tidak hanya itu, Paolo juga pernah menjajal dunia Mixed Martial Arts melalui ajang LTI Fight Day 2022 yang digelar di Kota Kupang.
Menurut Paolo, pengalaman bertanding di MMA memberinya pelajaran baru yang tidak ditemukan dalam Muaythai.
“Saya belajar teknik bantingan dan kuncian yang tidak ada dalam Muaythai. Itu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” katanya.
Meski telah mengoleksi berbagai prestasi, Paolo mengaku lawan terberat yang harus dihadapi bukanlah atlet dari daerah lain. Tantangan terbesar justru datang dari dirinya sendiri.
“Saya harus melawan keraguan dan terus menjaga konsistensi dalam berlatih,” ungkapnya.
Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Pemasyarakatan, Paolo Maldini harus membagi waktu antara pekerjaan dan latihan. Kesibukan tugas tidak menjadi alasan baginya untuk mengurangi intensitas latihan.
Ia tetap menyempatkan diri berlatih setiap hari, baik di sela-sela pekerjaan maupun saat hari libur. Menurutnya, disiplin dan konsistensi menjadi kunci utama untuk menjaga performa sebagai atlet.

Dukungan dari lingkungan kerja juga menjadi faktor penting dalam perjalanan kariernya. Paolo mengaku mendapat dukungan penuh dari pimpinan dan rekan-rekannya di lingkungan Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur.
“Pimpinan saya, Bapak Kalapas Waikabubak, Bapak Karutan Kupang saat ini, dan Bapak Kakanwil Ditjenpas NTT, serta rekan-rekan kerja sangat mendukung setiap pertandingan yang saya ikuti. Dukungan tersebut membuat saya bisa fokus menjalani latihan dan persiapan kejuaraan,” tuturnya.
Kebanggaan Pemasyarakatan NTT di Arena Muaythai
Prestasi yang diraih Paolo Maldini mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur, Ketut Akbar Herry Achjar. Menurutnya, keberhasilan Paolo Maldini menjadi kebanggaan tersendiri bagi jajaran Pemasyarakatan NTT.
Ketut Akbar menilai Paolo tidak hanya berhasil mengharumkan nama daerah, tetapi juga menunjukkan bahwa insan Pemasyarakatan mampu berprestasi di tingkat nasional.
“Kami memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Saudara Paolo Maldini In Ndiwa atas berbagai prestasi yang telah diraih pada kejuaraan Muaythai tingkat nasional. Ini merupakan kebanggaan bagi kami karena salah satu atlet yang dipersiapkan menuju PON 2026 berasal dari jajaran Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur,” ujar Ketut Akbar.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan karier atletnya, Kanwil Ditjenpas NTT memfasilitasi perpindahan tugas Paolo dari Lapas Kelas IIB Waikabubak ke Rutan Kelas IIB Kupang. Langkah tersebut dilakukan agar Paolo Maldini dapat lebih fokus menjalani latihan dan persiapan menghadapi berbagai kejuaraan yang akan datang.
Saat ini Paolo tengah mempersiapkan diri menghadapi RTV Pro Fight di Bali serta PON Beladiri 2026 yang akan berlangsung di Sulawesi Utara. Ia menjalani latihan intensif setiap pagi dan sore hari serta menjaga pola makan untuk mempertahankan berat badan sesuai kelas pertandingan.
Target yang ingin dicapai pun jelas, yakni meraih kemenangan dan memberikan hasil terbaik bagi daerah serta institusi tempatnya mengabdi.
Di tengah kesibukan sebagai petugas Pemasyarakatan dan atlet, Paolo Maldini tetap menyimpan harapan besar. Ia ingin terus mempersembahkan prestasi bagi keluarga, Nusa Tenggara Timur, dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Paolo juga berpesan kepada generasi muda NTT agar tidak mudah menyerah dalam mengejar impian.
“Jangan berhenti berjuang ketika lelah dan gagal. Proses memang keras, tetapi hasilnya akan indah. Lewat olahraga kita belajar disiplin dan konsisten. Nilai-nilai itu sangat berharga dalam kehidupan,” pesan Paolo.
Kini langkah Paolo belum berhenti. Setelah sukses membawa pulang medali emas FORNAS 2025, ia kembali menatap ring dan tantangan yang lebih besar. Di tengah keterbatasan waktu dan tuntutan tugas negara, ia terus berlatih dengan satu tujuan, yakni mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di panggung olahraga nasional.(ra)






