CILEGON – Program Keluarga Aktif Lapas Kelas IIA Cilegon menjadi ruang hangat yang mempertemukan harapan dan perubahan bagi keluarga warga binaan. Di sebuah ruang sederhana yang dipenuhi senyum, ikatan yang sempat renggang perlahan kembali dirajut, menghadirkan kekuatan baru bagi mereka yang tengah menata masa depan.
Melalui sinergi bersama Dinas Sosial, Lapas Cilegon menghadirkan pendekatan yang lebih humanis. Tidak hanya berbicara tentang pembinaan di balik jeruji, tetapi juga menyentuh kehidupan keluarga yang menjadi fondasi utama perubahan.
Suasana hangat terasa ketika kegiatan diisi dengan penyuluhan keluarga, edukasi bahaya narkoba, hingga penyaluran bantuan sosial. Dalam setiap sesi, tersirat pesan bahwa perubahan tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat.
Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Raja Muhammad Ismael Novadiansyah, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat proses reintegrasi sosial.
“Kami ingin memastikan warga binaan tidak kembali ke masyarakat dalam kondisi yang sama. Dukungan keluarga adalah kunci agar mereka bisa benar-benar berubah dan menjalani hidup yang lebih baik,” ujar Raja kepada Kabar Imipas, Selasa (21/4/2026).
Keluarga sebagai Titik Awal Perubahan
Program Keluarga Aktif Lapas Kelas IIA Cilegon tidak hanya fokus pada warga binaan, tetapi juga pada keluarga yang selama ini ikut merasakan dampak dari proses hukum.
Dalam kegiatan bakti sosial, bantuan berupa paket sembako dan kebutuhan pokok disalurkan langsung kepada keluarga warga binaan. Bantuan ini menjadi simbol bahwa mereka tidak sendiri.
Bagi banyak keluarga, perhatian seperti ini menghadirkan rasa dihargai sekaligus harapan baru untuk tetap bertahan.
Di sisi lain, edukasi tentang bahaya narkoba menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Melalui pendekatan yang sederhana namun menyentuh, keluarga diajak memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Pesan yang dibangun jelas, perubahan tidak cukup hanya dari dalam lapas, tetapi juga harus dimulai dari rumah.
Sinergi yang Menghidupkan Harapan
Kolaborasi antara Lapas Cilegon dan Dinas Sosial menjadi bukti bahwa perubahan membutuhkan kerja bersama. Kepala Dinas Sosial Cilegon, Hj. Lia Nurlia Mahatma, mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya membantu secara materi, tetapi juga memberikan motivasi bagi keluarga untuk terus mendukung perubahan. Ini adalah bentuk kepedulian yang nyata,” ungkap Hj. Lia.
Sinergi ini menghadirkan pendekatan yang lebih utuh, tidak hanya menyentuh aspek hukum, tetapi juga sosial dan emosional.
Menyusun Masa Depan dari Balik Jeruji
Melalui program ini, Kalapas Cilegon optimistis bahwa reintegrasi sosial bukan sekadar wacana, melainkan sesuatu yang bisa diwujudkan.
“Ketika warga binaan kembali ke masyarakat, mereka tidak lagi berjalan sendiri. Ada keluarga yang lebih kuat, lebih siap, dan lebih memahami peran mereka dalam proses perubahan,” pungkas Raja.
Program Keluarga Aktif Lapas Cilegon menjadi gambaran bahwa pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani hukuman. Lebih dari itu, ini adalah tentang membangun kembali kehidupan, memperbaiki hubungan, dan menata masa depan.
Di tengah berbagai tantangan, harapan itu tetap ada. Tumbuh perlahan, dari pelukan keluarga, dari perhatian yang tulus, dan dari keyakinan bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah. (red)















