KUPANG — Di tengah berbagai persoalan yang menjadi sorotan publik, mulai dari Lapas Cibinong, Rutan Depok, hingga kerusuhan di Lapas Merauke, kabar membanggakan datang dari Indonesia Timur. Dua petugas Pemasyarakatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) menorehkan prestasi di arena Muaythai, membawa pulang medali emas dan perak sekaligus mengingatkan bahwa di balik berbagai ujian, masih ada pengabdian dan perjuangan yang patut dibanggakan.
Mereka adalah Kevin Albert Frans Edon dan Cakra Akbar Bachtiar, petugas di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur (Kanwil Ditjenpas NTT). Keduanya berhasil meraih medali dalam dua kejuaraan, yakni Muaythai Fight Day Open se-NTT dan Maddog Strike Series III.
Pada Muaythai Fight Day Open se-NTT, Kevin berhasil meraih medali emas, sedangkan Cakra membawa pulang medali perak. Keduanya kembali menunjukkan kemampuan dalam Maddog Strike Series III. Kali ini, Cakra meraih medali emas dan Kevin memperoleh medali perak.
Prestasi tersebut bukan sekadar tentang kemenangan di atas ring. Di balik setiap medali, ada kedisiplinan, latihan, pengorbanan waktu, dan tekad untuk terus berkembang di tengah tanggung jawab sebagai aparatur negara.
Dukungan Pimpinan, Ruang bagi Prestasi
Perjalanan Kevin dan Cakra dalam menekuni olahraga tidak terlepas dari dukungan Kepala Kanwil Ditjenpas NTT Decky Nurmansyah. Dukungan dan apresiasi pimpinan, termasuk kesempatan menjalankan tugas di unit kerja yang berada di Kota Kupang, membantu keduanya menjalani latihan dengan lebih mudah dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan.
Kevin sebelumnya bertugas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Waikabubak. Saat ini, ia berstatus BKO di Kanwil Ditjenpas NTT.
Sementara itu, Cakra sebelumnya bertugas di Lapas Terbuka Kelas IIB Waikabubak dan kini menjalani BKO di Lapas Kupang.
Penugasan tersebut mempermudah akses keduanya terhadap kegiatan latihan di Kota Kupang, sehingga persiapan olahraga dapat berjalan beriringan dengan pelaksanaan tugas kedinasan.
Dukungan seperti ini menjadi berarti bagi seorang atlet yang juga mengemban tanggung jawab sebagai petugas Pemasyarakatan. Sebab, prestasi tidak lahir hanya dari kemampuan individu, tetapi juga dari kesempatan, lingkungan yang mendukung, dan ruang untuk terus berlatih.

Dari Seragam Kedinasan Menuju Podium Prestasi
Kevin juga memiliki pengalaman panjang di dunia olahraga. Sebelum menekuni Muaythai, ia pernah memperkuat Tim Basket NTT pada Pra-PON 2019 dan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2017. Ia juga pernah menjuarai Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 saat mewakili Kota Kupang.
Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Kevin dalam membangun disiplin dan mental bertanding. Bersama Cakra, ia kini terus berupaya meningkatkan kemampuan untuk menghadapi kejuaraan berikutnya.
Keduanya menargetkan kesempatan tampil dalam kejuaraan tingkat nasional dan mempersiapkan diri mengikuti seleksi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Bagi Kevin dan Cakra, medali yang diraih bukan hanya pencapaian pribadi. Ada nama Nusa Tenggara Timur dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang ingin mereka harumkan melalui prestasi.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi institusi, kisah kedua petugas ini menjadi pengingat bahwa Pemasyarakatan juga memiliki insan-insan yang terus berjuang, mengembangkan potensi, dan membawa kebanggaan melalui bidang yang mereka tekuni.
Karena di balik seragam Pemasyarakatan, ada pengabdian yang dijalankan, mimpi yang diperjuangkan, dan prestasi yang layak dibanggakan.
Kevin dan Cakra bukan sekadar atlet. Mereka adalah bagian dari keluarga besar Pemasyarakatan. Di balik seragam yang dikenakan, ada disiplin, perjuangan, pengorbanan, dan mimpi yang terus diperjuangkan.
Mungkin hari ini kita lebih banyak mendengar tentang masalah. Namun, jangan sampai kita lupa bahwa di balik seragam Pemasyarakatan, ada begitu banyak insan yang terus berjuang, mengabdi, dan mengukir prestasi dengan cara mereka masing-masing.
Untuk setiap petugas yang tetap tegak menjalankan pengabdian di tengah berbagai ujian, prestasi ini adalah pengingat bahwa masih ada alasan untuk bangga, masih ada harapan untuk dijaga.
Selamat, Kevin dan Cakra. Kalian telah mengharumkan nama NTT dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Karena menjadi petugas Pemasyarakatan bukan hanya tentang menghadapi tantangan, tetapi juga tentang terus memberi arti, menjaga kehormatan, dan membuktikan bahwa pengabdian melahirkan kebanggaan. (Ra)


